PENGAMATAN HILAL AWAL BULAN SYAKBAN 1444 H

Badung – Manusia sejak lama telah menerapkan sistem penanggalan kalender dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya sistem penanggalan kalender, manusia dapat memperhitungkan kapan waktu terbaik untuk bercocok tanam hingga memprediksi pergantian musim. Salah satu kalender yang digunakan adalah kalender Qomariyah yang ditentukan berdasarkan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi, dan Bumi bersama Bulan dalam mengelilingi matahari. Penentuan awal bulan Qomariyah sangat penting utamanya bagi umat Islam, karena berkaitan dengan waktu ibadah, terutama untuk Bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai institusi pemerintah memiliki peranan dalam menginformasikan penentuan sistem waktu, posisi bulan, dan matahari. Hal ini sebagaimana yang tertuang pada pasal 11 Undang-undang Republik Indonesia No. 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. BMKG selanjutnya akan memberikan pertimbangan secara ilmiah kepada stakeholder (Kementerian Agama, dll) dalam penentuan awal bulan Qomariyah. Disamping memberikan informasi hisab (perhitungan) dari data-data hilal, BMKG juga melaksanakan rukyat (pengamatan) hilal pada 29 lokasi di Indonesia, salah satunya di Bali, yang dapat disaksikan secara online melalui kanal https://hilal.bmkg.go.id setiap bulan. Untuk pengamatan hilal penentuan awal bulan Syakban 1444 H, Tim Pengamatan Hilal Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III (BBMKG Wil. III) melakukan pengamatan hilal di Pantai Patra Jasa, Kabupaten Badung, pada hari Senin, tanggal 20 Februari 2023. Hasil pengamatan hilal menunjukkan bahwa hilal tidak teramati, hal ini dikarenakan kondisi ufuk barat yang tertutup awan.

Klik disini jika halaman pdf dibawah ini di tampil